Monday, February 1, 2010

Menekuni Usaha Paper Bag

NAMANYA Sugiran (41). Lelaki paruh baya ini sederhana, tidak menunjukkan bahwa ia seorang pengusaha yang sukses untuk jenis pengolahan kertas menjadi sebuah tas. Bahasa kerennya disebut Sugiran sebagai usaha Design Paper Bag.Suatu siang, kami ke sana lagi. Ia begitu sibuk dengan kertas dan lem di tangan Belepotan.

Awalnya Sugiran hanya nekat mencoba membuat tas dari kertas, memenuhi permintaan sebuah perusahaan kaos oblong. “Dua hari saya nggak bisa tidur,” ujarnya. Sebab Sugiran sendiri belum tahu cara yang tepat membuat Design Paper Bag. Lantas dari hanya coba-coba, ia pun membuat sample dan Design Paper Bag. Masih saja keliru. Hingga beberapa hari ia terus membuat sampel. Sampai akhirnya Sugiran menemukan aspek yang mampu memberi kekuatan pada Custom Paperbag bikinannya. Rapi dan tak mudah sobek.Bertekunlah Sugiran dengan kertas-kertas sebagai bahan dasar Design Paperbag.

Ia pun mulai hapal betul, kertas apa saja yang hasilnya menjadi bagus. Hasil pertamanya waktu itu ia belikan peralatan sablon. Aktivitas ini pun mengharuskan Sugiran lebih banyak belajar sablon. Bisa ditebak, banyak kesalahan yang dilakukannya. Mulai dari tebal tipisnya cat yang kurang bahkan kerusakan kain screen. Namun dari sinilah Sugiran berhasil melampauinya. Sedikit demi sedikit, Sugiran berhasil memperoleh hasil maksimal dari kerja kerasnya. Paperbagnya terkenal kuat dengan hasil sablon yang cukup bagus (lihat Paper Bag Design).

Hanya saja, menurut Sugiran, ia tak pernah risau dengan model manajemen pengelolaan usahanya. Awalnya asal cukup untuk kebutuhan keluarga dan diputarkan kembali sebagai modal, hal itu sudah cukup baginya.Suatu sore di rumahnya, beberapa ibu-ibu tengah asyik melipat kertas dan menempatkan kertas yang lebih tebal lagi ke dalam lipatan Paper Bags Custom.

Urutannya, usai sablonan mengering, kertas persegi panjang yang memiliki garis bantu lipat kemudian dilipat sesuai garisnya. “Lipatan harus siku,” kata Sugiran menjelaskan. Kalau tidak siku, jelasnya lagi, akan cepat lecek dan tidak ada kekuatan pada paperbag tersebut. Usai dilipat barulah direkatkan memakai lem kertas adonan sendiri. Perlakuan penempelan kertas ini pun harus serapi mungkin. Sebab, jika tidak demikian, kertas akan terlihat melenceng dar igaris lipatan semula.

TumpukanPaper Bags Custom yang tinggal diberi tali pegangan itu menggunung menempel ke tiap dinding rumah Sugiran. “Pandangan yang biasa,” ucapnya pelan. Di sini segala kertas berarti kreativitas yang harus bisa diubah hingga berbunyi uang. Saking hapalnya dengan kertas yang baik maupun yang berkualitas, Sugiran memberi nama anak keduanya dengan Kiki. Sekarang anak itu baru kelas dua sekolah menengah pertama di Yogyakarta. “Dari nama sebuah buku yang bagus,” ungkapnya dengan tersenyum. Kebersahajaan Sugiran adalah satu dari sekian banyak orang-orang sukses yang masih menyisakan keberasalannya (Paper Bag Design).

Sumber : http://kerockan.blogspot.com/2009/03/menekuni-usaha-paper-bag.html
Artikel Terkait

0 comments:

Selamat datang di Blog Informasi Peluang Bisnis Kami. Semoga informasi yang kami berikan bermanfaat untuk Anda. Terima Kasih
 
Informasi Peluang Bisnis Copyright © 2009 Informasi Peluang Bisnis