Monday, February 1, 2010

Berhutang dengan Bijak

BerhutangHutang seperti ini bisa jadi sangat berbahaya. Oleh karena itu sedapat mungkin jangan mudah terperangkap pola gaya hidup atau lifestyle yang berlebihan yang akan memaksa kita untuk berhutang. Keinginan untuk hidup enak sesaat sering membuat orang mengabaikan dampak jangka panjangnya.

Hutang adalah ibarat pedang bermata dua. Agar tidak tersayat mata tajam pedang itu, perlu diingat aturan sederhana ini: Berhutanglah untuk berinvestasi yang akan membuat kekayaan bersih kita tumbuh berkembang. Sebaliknya, hindarilah hutang untuk memenuhi keinginan konsumtif dan justru membuat aset menyusut.
Supaya Anda tidak terjebak ke dalam keputusan berhutang yang keliru, ada tiga pertanyaan kunci yang perlu diajukan sebelum memutuskan berhutang. Berikut ini uraiannya.

1. Untuk apa hutang tersebut digunakan?

Pertanyaan ini untuk memeriksa kesesuaian antara keputusan berhutang dengan tujuan masa depan Anda. Sebelum memutuskan berhutang Anda harus mengkaji kebutuhan dan kegunaan dari barang atau aset yang akan dibeli dengan hutang.

Contohnya, ada orang yang membeli mobil baru dengan kredit selama 3 tahun. Ia tidak mempertimbangkan kegunaan mobil dan dampak keputusan ini terhadap kondisi keuangan di masa depan. Untuk dapat mengatur besarnya cicilan hutang tiap bulannya serta pertimbangan kegunaan dari aset yang akan dibeli, perlu dibedakan jenis hutang jangka pendek dan jangka panjang. Dari sudut pandang perencanaan pengeluaran (spending plan), hutang jangka (sangat) pendek adalah hutang yang harus dilunasi dalam tempo kurang dari 3 bulan.

Ada dua sebab utama orang berhutang jangka pendek: (1) Kemudahan, kita dapat menggunakan hutang ini untuk membayar pembelian makanan, pakaian dan kebutuhan harian lainnya namun hutang ini harus dilunasi pada akhir bulan; (2) Kebutuhan darurat, kita dapat menggunakannya untuk kebutuhan tak terduga seperti kerusakan mobil, pengobatan dokter dan lain-lain.

Hutang jangka panjang bisa mencapai 15 tahun untuk melunasinya. Hutang ini digunakan untuk kebutuhan yang lebih besar atau prioritas jangka panjang seperti membeli mobil (KPM) atau rumah (KPR).

Untuk kebutuhan hutang jangka panjang Anda dapat memakai hutang perbankan. Akan tetapi harus diingat, pembayaran cicilan bulanan tetap tidak boleh melampaui rasio hutang dan rasio pembayaran hutang yang disarankan. Bila Anda tetap pada jalur perencanaan yang sudah ditetapkan dan melakukan peninjauan ulang secara berkala, peluang Anda untuk dapat mencapai semua tujuan masa depan yang diinginkan keluarga akan sangat besar.

2. Berapa besar hutang yang ingin dan mampu Anda ambil?

Pertanyaan ini bertujuan untuk memeriksa kondisi keuangan melalui besaran rasio pembayaran hutang. Rasio ini menghitung porsi dari pendapatan bulanan yang akan digunakan sebagai pembayaran cicilan hutang setiap bulan. Angka yang dianjurkan sebagai batas atas dari rasio ini adalah 30 persen.

Artinya adalah bila pendapatan bersih Anda sebesar 5 juta rupiah per bulan maka batas pembayaran cicilan hutang per bulan yang diperkenankan adalah tidak lebih dari 1,5 juta rupiah.

3. Bagaimana hutang itu bisa dilunasi dalam keadaan darurat?

Perhitungkan juga alternatif pembayaran hutang bila terjadi keadaan darurat. Ada cara untuk mengantisipasi keadaan darurat. Misalnya saja, persiapan menghadapi risiko meninggal dunia dari kepala keluarga yang menopang kelangsungan keluarga dapat dilakukan melalui produk asuransi term insurance dengan jangka waktu dan besar uang pertanggungan sama dengan jangka waktu dan besar hutang Anda.

Ada juga kejadian tak terduga yang hanya sementara mengganggu arus kas Anda, misalnya musibah sakit atau kecelakaan.

Petaka ini memaksa Anda untuk menangguhkan pembayaran cicilan bulanan hutang Anda. Untuk bersiap menghadapi musibah jenis ini, ada beberapa langkah strategi untuk tetap dapat memenuhi kewajiban membayar cicilan bulanan hutang jangka panjang Anda. Berikut ini beberapa alternatif penyelesaiannya:

Hubungi kreditur dan jelaskan keadaan Anda sekarang. Anda dapat memohon keringanan, misalnya dengan perpanjangan waktu pembayaran atau membayar bunganya terlebih dahulu. Kemauan kreditur untuk bernegosiasi akan sangat tergantung pada situasi yang terjadi dan catatan sejarah pembayaran kredit Anda.

Kalau masih memiliki dana cukup dalam simpanan, Anda dapat menggunakannya sebagian untuk membayar cicilan pinjaman bulanan.

Harus diingat bahwa dana simpanan Anda adalah terutama untuk pencapaian prioritas tujuan jangka panjang serta untuk menutupi kebutuhan sehari-hari (bukan untuk membayar hutang) selama 3 sampai 6 bulan dalam keadaan dana darurat. Jadi jangan sampai menghabiskan dana simpanan tersebut.

Bila Anda memiliki polis asuransi (misalnya polis life insurance) yang memiliki nilai tunai, maka Anda dapat meminjam terlebih dahulu dari asuransi tersebut. Sebagian life insurance memperbolehkan Anda meminjam sampai dengan 80 persen cash dari polis asuransi Anda.


Sumber :
http://www.sabdaspace.org/berhutang_dengan_bijak
Artikel Terkait

0 comments:

Selamat datang di Blog Informasi Peluang Bisnis Kami. Semoga informasi yang kami berikan bermanfaat untuk Anda. Terima Kasih
 
Informasi Peluang Bisnis Copyright © 2009 Informasi Peluang Bisnis