Sabtu, 30 Januari 2010

Peluang Bisnis Kuliner

Orang-orang Bandung menggerutu karena tiap akhir pekan jalanan macet dipenuhi mobil dari luar kota, terutama orang Jakarta yang mau berlibur. Mereka malas untuk ke luar rumah. Padahal, bagi orang yang kreatif, keadaan ini merupakan peluang bisnis yang cukup menggiurkan. Salah satunya adalah bisnis kuliner. Anda berminat untuk berbisnis di bidang yang satu ini?

Berikut ini adalah langkah-langkah yang perlu dijalankan untuk memulai bisnis kuliner.

Pertama, menentukan produk yang akan dijual. Kita sebenarnya tidak perlu repot-repot mencari produk yang betul-betul baru. Yang perlu dilakukan adalah ATM yaitu "Amati, Tiru, Modifikasi". Amati makanan tradisional atau yang sudah ada dan mempunyai karakteristik yang cocok untuk dijadikan oleh-oleh. Dalam hal ini, salah satunya harus tahan agak lama misalnya 4-7 hari. Kemudian "tiru" cara pembuatannya, cari tahu resepnya. Langkah selanjutnya, lakukan beberapa percobaan dengan "memodifikasi" rasa, bentuk, bahan baku, dan lain-lain. Misalnya, jika biasanya dibakar, sekarang coba dikukus. Jika biasanya menggunakan tepung terigu, kita coba dengan tepung lain. Banyak usaha yang sukses dengan cara ini misalnya brownies kukus (Amanda), kue kering dari bahan tahu/ tempe/ jamur atau brownies tahu (Ina Cookies), Baby Chicken (De Tuik Café ), dsb.

Selanjutnya adalah mendisain kemasan. Ini penting, karena produk yang kita hasilkan adalah untuk oleh-oleh sehingga harus berpenampilan baik. Bisa jadi oleh-oleh yang mereka beli dijadikan hadiah atau suvenir.

Setelah menentukan produk dan kemasan, langkah selanjutnya bagaimana supaya produk itu akan didistribusikan. Apakah mau dengan sistem konsinyasi atau penjualan putus, atau mau kedua-duanya atau kita bangun gerai sendiri. Ini penting karena harga yang Anda keluarkan harus dibedakan antara jual putus dan konsinyasi, serta biaya pembuatan gerai, sewa lahan, biaya SPG, prediksi penjualan, dll.

Penentuan harga juga merupakan masalah yang penting. Pedagang atau agen/distributor biasanya mempunyai keuntungan antara 15-25 persen. Harga yang Anda tentukan bergantung produk yang Anda jual. Jika jenis produk yang Anda jual sudah ada yang sama atau mirip, harga jual Anda harus mempertimbangkan harga pesaing selain biaya produksi. Biasanya harga jual di pasar adalah biaya bahan baku dikali dua. Namun, jika produk Anda merupakan produk ketagori baru, Anda bisa me-mark-up harga lebih tinggi.

Promosi merupakan hal yang sangat penting. Dengan sedikit inovasi yang agak nyeleneh, misalnya brownies dari bahan baku tahu, akan mempunyai news value yang tinggi sehingga sebetulnya dicari oleh para crew televisi. Kita tinggal telefon dan mereka pasti datang, karena mereka juga butuh kita sehingga kita bisa beriklan di TV gratis. Setelah masuk TV, kita tinggal melakukan promosi standar seperti menyebar brosur, pasang banner, dll. Buatlah merek yang mudah diingat, dan logo yang agak lain dari biasanya supaya mudah diingat orang.

Promosi yang baik akan membuat orang penasaran untuk mencoba produk kita. Namun, hal yang lebih penting adalah bagaimana menciptakan getok tular (wors of mouth), sehingga orang yang telah membeli produk kita akan bercerita kepada yang lain bahkan merekomendasikannya. Ini berkaitan dengan kualitas produk Anda. Maka, pastikan Anda bisa menjaga kualitas dan selalu berinovasi karena jika Anda berhasil, akan banyak orang yang akan segera meniru.

Dengan sedikit bumbu cerita misalnya tentang proses penemuan produk, sulitnya mendapatkan produk (antre lama), pembatasan pembelian (maksimum beli 2), selebriti juga beli dll. dapat juga dijadikan teknik untuk memblow-up produk kita. Cari cara agar hal ini bisa terjadi.

Hal yang penting lainnya dalam bisnis makanan adalah faktor kebersihan. Ketika kita memulai bisnis makanan kita tidak mungkin mulai dengan membangun pabrik. Biasanya dimulai dengan menggunakan dapur. Oleh karena itu, mulai modifikasi dapur Anda sebagai ruang produksi yang representatif. Karena selain masalah kebersihan dan kondisi bahan baku yang akan diproduksi, ada tiga hal penting dalam masalah kebersihan ini. Pertama, kebersihan orang. Pastikan orang yang memproduksi tidak sedang dalam keadaan sakit, berpakaian bersih, pakai penutup kepala, penutup mulut dan hidung serta sarung tangan. Kedua, kebersihan peralatan. Gunakan air yang bersih untuk mencucuci peralatan. Gunakan peralatan dari bahan stainless steel terutama jika membuat makanan berbahan asam misalnya nanas. Ketiga, kebersihan ruangan. Hindari kemungkinan terjadi kontaminasi baik fisik maupun kimiawi.

Kontaminasi mikroba misalnya Salmonella, E. Coli, atau Campylobacter, sangat membahayakan kesehatan manusia. Juga pastikan bahan baku dan peralatan yang digunakan telah bersertifikat halal. Oleh karena itu, diwajibkan untuk mendapatkan PIRT dan sertifikat halal terlebih dahulu sebelum Anda menjual produk secara masal. Anda juga dapat meminta bantuan Indag Agro, Departemen Koperasi dan Usaha Kecil, dan perguruan tinggi untuk mandapatkan pembinaan.


Drs. Iyan Radiana, M.M.
Merhid-I Consulting, Konsultan Pengembangan UKM di Bandung*

Hasil kutipan dari :

http://www.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=64238

0 komentar:

Selamat datang di Blog Informasi Peluang Bisnis Kami. Semoga informasi yang kami berikan bermanfaat untuk Anda. Terima Kasih